Pages

Selasa, 27 November 2012

Budidaya Tanaman Kangkung

 1. Pembibitan
Bibit tanaman kangkung darat (Ipomoea reptana) berasal dari kangkung muda dengan karakteristik batang besar, daun besar dan bagus ditanam dengan cara stek batang. Bibit harus sesuai dengan lahan (air atau darat), kangkung darat tidak cocok ditanam di air.

2. Persiapan Lahan
Dua minggu sebelum  penanaman, tanah diolah dan dicampur pupuk kandang atau pupuk kompos 10 ton/ha dan diberi urea 1 kuintal/ha. Dibuat bedengan dengan lebar 0,8-1,2 m, panjang 3-5 m, dalam 15-20 cm dan jarak antar bedeng 50 cm (ukuran tergantung keadaan lahan yang tersedia)
3.  Transplanting
Untuk penanaman tanaman kangkung darat dari benih, benih disebar dalam baris-baris berjarak 15×5 cm. Jarak lubang tanam 20×20 cm, sedalam 5 cm. Untuk kangkung darat sebaiknya bibit ditanam pada sore hari.
4.  Pemeliharaan
- Penyulaman. Penyulaman dilakukan jika ada tanaman kangkung yang terkena serangan penyakit dengan mengganti bibit yang umurnya sama. Penyulaman dilakukan satu minggu setelah tanam.
- Penyiangan. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali atau disesuaikan dengan adanya gulma.
- Pemupukan Tambahan. Pupuk susulan yaitu 100-250 kg/ha urea dan 10-20 ton/ha  selama 2 minggu pertama, dengan cara dicampur dengan air kemudian disiram pada pangkal tanaman dengan emrat. Jika pemupukan dengan cara ditebar, jangan sampai butir pupuk mengenai daun karena dapat menyebabkan daun layu. Agar pertumbuhan subur, sebaiknya seminggu setelah atau sesudah panen, tanaman dipupuk urea kembali.
- Penyiraman. Tanaman kangkung darat diperlukan penyiraman yang teratur yaitu dua kali sehari pada pagi dan sore hari, terutama pada musim kemarau.
- Pengendalian HPT.
  • Penyakit jamur yang lazim menyerang tanaman kangkung adalah karat putih (Albugo Ipomoea panduratae) yang peka terhadap Dithane M-45 atau Benlate.
  • Hama ulat putih ditanggulangi dengan pemberian 2 cc/l air Baysudin.
  • Ulat daun ditanggulangi dengan pemberian 2 cc/l air Insektisida Diazinon 60 EC.
  • Serangga pemakan daun dikendalikan dengan penyemprotan senyawa organofosfat jauh sebelum pemanenan
  • Ketika penyemprotan pestisida sebaiknya lahan dikeringkan selama 4-5 hari, kemudian diari kembali.
5.  Panen Dan Pasca panen
Panen. Panen dilakukan sore hari, dengan ciri batang besar dan berdaun lebar. Panen pertama dapat dilakukan pada hari ke-12 dengan panjang batang kira-kira 20-25 cm atau ketika berumur 27 hari. Cara memanen menggunakan alat pemotong, pangkas batangnya dengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah atau meninggalkan 2-3 buku tua. Dapat pula dilakukan dengan cara mencabutnya sampai akar. Selama panen, lahan harus tetap lembab. Panen dilakukan 2-3 minggu sekali, setelah 5-11 kali panen produksi panen akan menurun baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Secara komersial pertanaman kangkung menghasilkan sekitar 15 ton/ha sepanjang beberapa panenan berturut-turut atau sekitar 160 kg/tahun/10 m2.
Pasca Panen. Tanaman kangkung hasil panen dikumpulkan sebanyak 15-20 batang dalam 1 ikatan. Dalam penyimpanan (sebelum dipasarkan), agar tidak cepat layu, kangkung yang telah diikat dicelupkan dalam air tawar bersih dan tiriskan dengan menggunakan anjang-anjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar